Social Icons

Pages

Tuesday, October 1, 2013

Budaya Kopi

Budaya Kopi

Mungkin kamu pernah mendengar tentang budaya kopi, namun pernahkah kamu bertanya apa yang dimaksud dengan hal tersebut? Secara umum, budaya kopi merupakan keadaan sosial yang dibangun dari suasana saat menikmati kopi. Suasana tersebut dapat dilakukan di kedai kopi, di rumah, atau di mana saja. Pada awalnya budaya kopi ini berasal dari Arab di abad 16, di mana para pria berkumpul, berbincang, dan memainkan banyak permainan. Seiring dengan menyebarnya kopi ke Eropa, Asia, dan Amerika, budaya kopi pun juga menyebar. Para kaum intelek sering berkumpul di kedai kopi di Eropa, mendiskusikan pencerahan, dan menyusun revolusi.
              Saat ini budaya kopi yang sering kita lihat terdapat di kedai kopi, di mana tempat ini menyajikan kopi berkualitas tinggi, tempat duduk yang nyaman, pelayanan yang ramah, dan akses internet. Selain itu, acara tv dan film juga berperan penting dalam penyebaran budaya kopi. Dalam latar belakang cerita yang ada di dalamnya, terdapat adegan orang-orang bertemu untuk meminum kopi.
            Budaya kopi di dunia ini beragam, mulai dari Ethiopia di mana kamu dapat diundang dalam upacara minum kopi yang memakan waktu hingga dua jam lebih. Di Yunani, kamu akan lebih sering disuguhi kopi dingin. Kemudian di Inggris dimana penduduknya lebih banyak meminum kopi instan daripada penduduk Eropa.

Sejarah kopi di dunia

Sejarah kopi dapat ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara.

            Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini, maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.

            Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.

            Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat.

            Sejarah Kopi di Indonesia

            Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.

            Asal-usul

            Pada awalnya kopi di Indonesia berada di bawah pemerintah Belanda. Kopi diperkenalkan di Indonesia lewat Sri Lanka (Ceylon). Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika. Kopi ini tidak terserang hama.
Biji kopi yang telah digoreng

            Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumya.
Referensi :id.wikipedia.org


No comments:

Post a Comment